
Assalamualaikum wrh...
Sudah lama tidak menyirami kebun ilmu ini...alhamdulillah masih terpelihara. Semoga Allah menaungi kita semua..merahmati kita dan terus mengasihi kita sentiasa...kerana tanpa rahmat dan kasih sayangNya..nescaya..kita tidak punya apa-apa...barangkali zero to nero...
Insya-Allah..tiada apa-apa yang boleh saya kongsikan dari ruang hati ini. Justeru, apa kata sekiranya teman-temanku dapat menghayati puisi syair hati dari penyair islam yang amat saya sanjungi..Mujahid sufi Hamzah Fansuri - Syair Perahu
Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.
Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.
Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu...
ya begitu sajalah teman-temanku...bagaimana, Kalian terhibur?.he3..nah, dari syair ini, pasti kita temukan peringatan seperti mana kita selalunya bisa memetik buah dari pohon yang rendang..insya-Allah. Begitulah keindahan. Islam itu adalah agama yang memberikan peringatan...sambungannya insya-Allah kelak saja yea...Semoga syair ini meningkatkan keimanan kita. Kenapa tidak, apa saja yang kita baca, kita lihat, kita cakap, kita dengar..biarlah ia dapat menambahkan keimanan kita terhadap Allah swt..Anta robbi wa ana 'abduka..Kamulah TUHAN dan aku hanyalah HAMBAMU...
inna zikrullahi tatmainnul qulub ~ ketahuilah dengan hanya mengingati Allah hati akan menjadi tenang..
Insya-Allah...